Wan UwUuuuuuu.....

Arti Sarkas & Satire, Apa Bedanya dengan Nyindir?

1 min read

Arti Sarkas & Satire, Apa bedanya dengan Nyindir?

Kata sarkas atau sarkasme ini masih jarang terdengar dan terlihat di sosial media.

Tidak heran kenapa kata ini “belum” umum terdengar, dan artinya juga belum diketahui oleh sebagian netizen.

Kenapa masih jarang terdengar? mari kita simak.

Arti Sarkas atau Sarkasme

Sarkas dan Sarkasme sebenarnya sama saja, adalah salah satu jenis majas, tujuan sarkasme adalah untuk menyindir, menyinggung seseorang.

Misalnya seperti penghinaan, merendahkan dan ekspresi rasa kesal atau marah menggunakan kata-kata kasar.

Arti Sarkas Menurut KBBI

Kamus besar bahasa indonesia (KBBI) mengartikan bahwa sarkas atau sarkasme sebagai kata yang pedas yang bertujuan untuk menyakiti hari orang lain, cemooh, ejekan kasar. Majas ini dapat melukai perasaan seseorang.

Kesalahpahaman orang-orang dengan kata sarkas, diantara mereka ada yang menganggap sarkas sama dengan nyindir secara tidak langsung dan mengganti kata sarkas dengan menyindir.

Hal ini bertentangan dengan makna sesungguhnya.

Sarkas berasal dari kata dalam bahasa inggris yaitu sarcasm, yang jika ditranslate artinya sindiran tajam.

Contoh Sarkasme

Contoh kalimat Sarkasme
Contoh kata Sarkasme

Kata Nyindir lebih cocok disamakan dengan kata satire (dalam bahasa inggris), nah apa itu satire?

Arti Satire

Jika diterjemahkan dari bahasa inggris ke bahasa indonesia, satire artinya sindiran.

arti satire

Satire adalah gaya bahasa untuk menyatakan sindiran terhadap suatu keadaan atau seseorang. Satire biasanya disampaikan dalam bentuk ironi, sarkasme, atau parodi.

Satire menggunakan kalimat menyindir, namun dibumbui candaan.

Contoh Satire

Contoh Sarkasme
contoh satire

Arti Sindiran

Sedangkan menyindir adalah mengkritik (mencela, mengejek, dan sebagainya) seseorang secara tidak langsung atau tidak terus terang.

Contoh Sindiran

contoh sindiran
Ilustrasi jika Mark Zuckerberg baca berita tentang artis.

Cara Menghadapi Sindiran

Semakin majunya teknologi membuat sebagian besar orang menghabiskan banyak waktunya dengan gadget dan membuka sosial media.

Karena tidak ada waktu selain membuka sosial media, atau karena isi hati sedang ingin membuat kekacauan dan tidak hal lain yang bisa dikerjakan.

Mereka jadi suka sindir-menyindir di sosial media, berikut adalah cara mengatasi agar tidak ikutan suka menyindir dan cara menghadapi sindiran oleh lingkungan sekitar.

  1. Meluangkan Waktu untuk hal yang bermanfaat

    Lebih baik menghabiskan waktu untuk hal yang produktif dari pada melayani orang yang tidak punya kerjaan selain menyindir, hal ini jauh lebih menguntungkan.

  2. Kuatkan Iman dan Bersabar

    Di agama kita diajarkan untuk bersabar dan tidak menghadapi perdebatan, karena soal sindiran.

  3. Berpikir Positif

    Sebaiknya tidak mengikuti mereka, membukakan pikiran dengan sisi yang berbeda dan perbaiki diri sendiri dan buktikan kalau mereka salah.

  4. Menghadapi sang Penyindir

    Masalah akan lebih mudah teratasi jika menghadapinya langsung ke sumber masalah, sebaiknya bicarakan masalahnya ke penyindir dan bahas tentang bagaimana cara memperbaikinya.

  5. Abaikan

    Ya abaikan saja, anggap saja mereka hanya orang yang ingin panjat sosial denganmu, sok akrab atau semacamnya yang ingin cari perhatian denganmu.

    Tetaplah melangkah kedepan.

Yang terpenting jangan mudah terpancing.

Oke sekian, jika ada kesalahan silahkan dikoreksi.

Wan UwUuuuuuu.....

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *