Kahfi Talk less Do More

Mengenal Rangkaian Subwoofer dan Cara Membuatnya

3 min read

rangkaian subwoofer

Saat ini speaker adalah sebuah perangkat yang umum ditemukan pada berbagai macam perangkat multimedia. Speaker sendiri memiliki sejarah penciptaan yang cukup panjang sebelum dikenalnya rangkain subwoofer yang merupakan salah satu jenis speaker saat ini.

Alat yang ditemukan oleh Ernst W Siemens dengan hak paten pada 1874 itu, saat ini telah mengalami perkembangan yang sangat cepat seiring dengan teknologi pasangannya semacam audio pada mobil, multimedia dan banyak lagi lainnya.

Bagi para penyuka dunia audio, mengetahui skema rangkaian subwoofer sangat penting karena dari contoh tersebut akan dapat merangkai atau membuat sendiri sebuah instalasi audio yang disesuaikan dengan selera atau kebutuhannya, misalkan untuk SubWoofer mobil pribadi.

Mengenal Speaker dan Subwoofer

Sebelum masuk kepada pembahasan tentang pembuatan rangkaian subwoofer 4558, ada baiknya kita mengenal tentang speaker subwoofer terlebih dahulu.

Secara awam orang mengenal bahwa speaker dan subwoofer adalah hal yang sama. Memang jika dilihat dari desainnya, tidak ada perbedaan bentuk antara speaker dan subwoofer. Namun jika ditarik dari fungsi hasil suara, ada 3 jenis speaker, yaitu

  • Woofer yang berguna untuk menghasilkan suara rendah,
  • Midrange untuk menghasilkan jenis suara dengan nada menengah.
  • Twitter speaker untuk menghasilkan jenis nada suara yang tinggi.

Speaker merupakan sebuah alat yang digunakan untuk melakukan olah produksi suara yang berasal dari daya listrik. Sedangkan subwoofer merupakan salah satu jenis atau tipe speaker yang berguna untuk menghasilkan suara dengan frekuensi lebih rendah.

Dalam dunia musik, keberadaan subwoofer dianggap sangat penting karena cakupan frekuensi suaranya sangat lengkap. Dimana subwoofer akan dapat menghasilkan jenis suara pada frekuensi mulai dari 10 hz hingga 200 hz, contohnya adalah subwoofer Polytron Bazzoke.

Dalam kaitannya dengan hal itu, maka speaker yang ada saat ini dapat dikelompokkan menjadi tiga macam golongan, yaitu woofer, mid woofer serta subwoofer.

Perbedaan Woofer dan Subwoofer

Pada saat mendengarkan hasil suara dari sebuah speaker, rasanya sulit untuk membedakan mana yang berasal dari speaker woofer dan mana yang berasal dari speaker subwoofer. Namun secara teori ada perbedaan yang nyata antara dua jenis speaker tersebut.

Perbedaan diantara keduanya adalah sebagai berikut:

1. Frekuensi yang dihasilkan

Pada jenis speaker woofer maka hasil suaranya akan berada pada nilai frekuensi antara 20 hingga 2,000 Hz. Sedangkan pada jenis speaker subwoofer nilai frekuensi suara yang dihasilkan lebih rendah yaitu antara 20 hingga 200 Hz.

Disebabkan hasil suara yang diproduksi memiliki nilai yang lebih jauh lebih rendah, maka speaker subwoofer akan mampu untuk menghasilkan suara bass yang lebih baik. Itulah mengapa pada jenis suara hardbass speaker subwoofer lebih pantas untuk digunakan.

Oleh karena itu kecenderungan untuk terjadi sebuah perubahan frekuensi suara sangat kecil karena kisaran nilai frekuensinya memang sangat terbatas. Nah justru disitulah keunggulan subwoofer jika digunakan dalam dunia musik.

2. Tempat Penggunaan

Untuk penggunaan dalam skala rumahan, maka jenis speaker woofer dianggap sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan, sekaligus mencapai level suara bass yang sesuai.

Namun jika untuk penggunaan pada sebuah panggung pertunjukan yang besar maka speaker dengan rangkaian subwoofer lah yang lebih pantas untuk digunakan. Selain panggung rangkaian subwoofer aktif juga cocok untuk digunakan pada kendaraan pribadi.

Fungsi Utama dari Subwoofer

Fungsi utama dari sebuah speaker subwoofer adalah menerima lalu kemudian mereproduksi tangkapan suara tersebut menjadi sebuah output dengan nada-nada yang jauh lebih rendah dari tangkapan speaker biasa atau woofer regular.

Dengan produksi suara yang berkisar pada nilai antara 10 hz sampai 200 hz, maka suara produksi subwoofer memiliki nilai musikalitas yang sangat bagus. Mengapa dikatakan demikian? Karena nada musikalitas memiliki nilai frekuensi antara 20 hz hingga 29 khz.

Dengan spesifikasi tugas seperti uraian di atas, maka suara yang dihasilkan subwoofer akan jauh lebih lembut jika dibandingkan dengan menggunakan speaker atau woofer biasa.

Itu juga yang menjadikan alasan mengapa rangkaian audio yang dipasang pada sebuah kendaraan roda empat pribadi adalah rangkaian subwoofer mobile.

Alasan utamanya adalah tentu saja karena suara pada rangkaian subwoofer akan menghasilkan nada suara yang lembut. Salah satu contoh subwoofer yang diperuntukan untuk jenis penggunaan ini adalah subwoofer Simbadda.

Cara Membuat Rangkaian Subwoofer Sederhana

Sebenarnya jika ingin membuat sebuah rangkaian subwoofer yang sederhana itu tidaklah terlalu sulit. Semuanya hanya membutuhkan langkah sederhana dan mudah. Selain itu bahan komponen yang dibutuhkan termasuk jenis yang mudah diperoleh di pasaran.

Nantinya rangkaian subwoofer mini dengan tegangan 12 volt ini dapat difungsikan untuk penggunaan di rumah, sehingga tak perlu merogoh kocek dalam-dalam untuk membeli subwoofer bermerk.

Nah jika suatu saat sudah mahir maka dapat mencoba untuk membuat sendiri rangkaian subwoofer 500 watt dengan menyatukan dua input (stereo) untuk suara yang lebih menggelegar.

Bahan utama dari rangkaian subwoofer sederhana yang akan dibuat ini akan menggunakan IC 4558d. Komponen ini sendiri merupakan model IC untuk optimasi amplifier dalam pembuatan sebuah tone control yang menggunakan sistem tegangan simetris.

Dalam pengerjaan nantinya harap melakukan perangkaian komponen dengan hati-hati karena jenis IC yang digunakan ini sangat rentan terjadi gangguan pada bagian audionya. Hal tersebut terjadi jika ada salah penempatan pada komponen pendukung atau ukuran tegangannya.

Namun meski demikian jenis IC ini lebih bagus penguatan sinyalnya jika dibandingkan dengan transistor.

Jika dikehendaki, nantinya rangkaian subwoofer ini bisa juga untuk ditambahkan ke tone control yang sudah ada. Namun jangan lupa untuk menambahkan resistor 22k pada output filter subwoofer agar suaranya tak terpengaruh volume tone control utama.

Kemudian lakukan hal yang sama pada bagian output dari tone control sebelum dimasukan ke power amplifier. Berikut ini daftar bahan yang diperlukan untuk pembuatan:

  • IC jenis 4558 D
  • Kapasitor dengan seri 104 j
  • Resistor dengan 3 ukuran yaitu 1k, 10k, 2k2, dan 33K
  • DC CT dengan tegangan sebesar 12 volt.
  • Elko 4, 7 yang untuk ukuran 50 volt.
  • Gunakan ukuran tegangan yang aman yaitu antara 5 volt hingga 15 volt.
  • Terakhir, gunakan suplai tenaga jenis simetris agar lebih bertenaga.

Apabila ingin membuat sebuah penyesuaian sendiri, samakan saja dengan ukuran pada tone kontrol utama, atau bisa juga memanfaatkan potensio 50k. Jangan lupa tambahkan Elco 4,7 ukuran 50 volt sebelum masuk ke input.

Harap dipahami jika model subwoofer rangkaian yang sederhana ini hanya akan cocok digunakan pada speaker dengan jenis subwoofer saja.

Apabila dipaksakan digunakan pada jenis speaker full range dikhawatirkan suara bass yang dihasilkan tidak akan seindah dan selembut jika dipasang pada speaker subwoofer. Hal tersebut disebabkan peruntukan setiap speaker berbeda dan rangkaian ini hanya cocok untuk subwoofer.

Nah demikianlah uraian tentang rangkaian subwoofer sederhana. Semoga bermanfaat.

Kahfi Talk less Do More